Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. – Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas berpotensi cenderung naik dalam jangka pendek di tengah prospek pelemahan dolar AS pada perdagangan hari ini.

Tim riset Monex Investindo Futures menjelaskan, Gubernur bank sentral AS, The Fed Jerome Powell semalam (Rabu/28/7/2021) dalam pernyataannya mengatakan bahwa meningkatnya kasus Covid-19 varian delta dapat membebani pemulihan di pasar tenaga kerja dan bank sentral masih jauh untuk mempertimbangkan menaikan suku bunga.

“Selanjutnya pada hari ini pasar akan mencari katalis dari perilisan sejumlah data ekonomi AS seperti advance GDP dan unemployment claims yang dirilis pukul 19:30 WIB serta pending home sales pukul 21:00 WIB,” tulis Monex, Kamis (29/7/2021).

Monex menambahkan, emas berpeluang dibeli selama bergerak di atas level support US$1.808 karena berpotensi naik menguji level resisten di US$1.824.

Namun, jika harga emas bergerak turun hingga menembus ke bawah level US$1.808, emas berpeluang dijualkarena berpotensi turun lebih lanjut menargetkan support selanjutnya di US$1.798 per troy ounce.

Di dalam negeri, harga dasar emas 24 karat Antam ukuran 1 gram dijual senilai Rp945.000 pada hari ini, naik Rp5.000 dari posisi Rabu (28/7/2021).  

Sementara emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual Rp522.500 atau naik Rp2.500 dari harga sebelumnya.

PosGO Syariah, satu aplikasi untuk kelola aset berhargamu dan semua kebutuhan utilitasmu.

Follow Us

Email: halopos@posindonesia.co.id
Phone: (022)-4213640, 4213641, 4213646