Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. – Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas berpotensi menguat didorong oleh pelarian investor ke aset safe haven dan sentimen menjelang pengumuman hasil Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral AS.

Tim riset Monex Investindo Future menjelaskan, harga emas berakhir menguat pada Selasa (21/9/2021) sebesar US$10,14 ke level US$1.774.15 per troy ounce karena tertopang oleh aksi jual dolar AS di tengah kabar bahwa The Fed yang masih akan mengetatkan kebijakan moneternya.

“Di sesi Asia pada hari ini, harga emas berpotensi dibeli menguji resisten US$1.782 per troy ounce selama harga bertahan di atas level US$1.771 per troy ounce,” jelas Monex dalam risetnya, Rabu (22/9/2021).

Sebagai alternatif, jika emas turun ke bawah level tersebut, maka harganya berpeluang dijual menguji support US$1.765 per troy ounce.

Mengutip Antara, FOMC akan merilis pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi baru pada akhir pertemuannya pada Rabu waktu setempat. Beberapa analis percaya bank sentral dapat mengumumkan dimulainya pengurangan pembelian aset pada kuartal keempat tahun ini, yang bisa mendorong emas lebih rendah.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mengangkat imbal hasil obligasi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tanpa bunga.

“Pertanyaan besar yang perlu dijawab adalah apakah ketidakpastian pasar saat ini akan mengubah jadwal prospektif yang mungkin dimiliki The Fed ketika mengumumkan pengurangan pembelian aset,” kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets UK.

PosGO Syariah, satu aplikasi untuk kelola aset berhargamu dan semua kebutuhan utilitasmu.

Follow Us

Email: halopos@posindonesia.co.id
Phone: (022)-4213640, 4213641, 4213646