Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas kembali menguat dalam beberapa hari terakhir setelah jatuh di kisaran US$1.690-US$1.675 di awal bulan lalu. Sepanjang minggu terakhir Juli, logam mulai naik lebih dari 3 persen dan diperdagangkan di sekitar US$1.780 per troy ounce. Penguatan emas ini didukung oleh dolar AS yang lebih lemah dan suku bunga obligasi uang turun menyusul keputusan the Fed minggu lalu.

Dikutip dari DFX, pertemuan FOMC Juli memberi jalan bagi kemunduran tajam dalam imbal hasil US Treasury, obligasi AS, dengan tenor 2 tahun turun ke level terendah dalam hampir sebulan yakni 2,84 persen.

Adapun, katalis yang dapat mendukung kenaikan harga emas minggu ini adalah rilis data aktivitas bisnis di AS dan PDB AS untuk kuartal II/2022 yang diperkirakan mengalami pelemahan. Melemahnya data makroekonomi di AS dapat mendorong pedagang emas untuk mempersiapkan skenario penguatan dan mendorong daya tarik logam mulia tersebut.

Beberapa rilis data yang ditunggu minggu ini adalah data manufaktur dan jasa ISM, serta data pasar tenaga kerja.  Pada Senin (1/8/2022), pukul 08:41 WIB, harga emas spot tercatat melemah 0,06 poin atau 0,3 persen menjadi US$1.765,34 per ounce.  Sementara itu, harga emas Comex tak jauh berbeda. Emas turun 1,50 poin atau 0,08 persen menjadi US$1.780,30 per ounce. 

PosGold Syariah, satu aplikasi untuk kelola aset berhargamu dan semua kebutuhan utilitasmu.

Follow Us

Email: halopos@posindonesia.co.id
Phone: (022)-4213640, 4213641, 4213646